Pemuda merupakan penerus perjuangan generasi terdahulu untuk mewujukan cita-cita bangsa. Pemuda menjadi harapan dalam setiap kemajuan di dalam suatu bangsa, Pemuda lah yang dapat merubah pandangan orang terhadap suatu bangsa dan menjadi tumpuan para generasi terdahulu untuk mengembangkan suatu bangsa dengan ide-ide ataupun gagasan yang berilmu, wawasan yang luas, serta berdasarkan kepada nilai-nilai dan norma yang berlaku di dalam masyarakat. Sebagai pemuda dan mahasiswa yang mampu kritis dan tidak apatis dalam mengatasi permasalahan bangsa yang semakin idak karuan. Ketika jaman sekarang hiruk pikuk para- para penguasa yang malah sibuk memperkaya diri sendiri, bukan memikirkan bagaimana mensejahterakan rakyat.Pemuda dan mahsiswa sangatlah berperan dalam kemajuan bangsa karena bangsa yang maju itu tercipta oleh para pemuda yang aktif dan kreatif dalam membangun bangsa itu sendiri. Di harapkan bagi mereka yang mampu memperjuangkan kemajuan bangsa agar bisa menjadi penerus yang bisa di harapkan oleh masyarakat. Peran yang harus mereka lakukan cukup dengan memperlihatkan kreatifitas atau bahkan aktif dalam organisasi yang tujuannya visa membuat bangsa kita maju. Dalam hal peranan ini , kami akan membedakan bagaimana peranan pemuda di era dulu dan sekarang.
PERANAN PEMUDA DI ERA DULU
Jika kita melihat peranan pemuda zaman dulu memang berbeda dengan era zaman sekarang. Dulu mungkin teknologi yang ada tak secanggih atau selengkap sekarang karena dulu Indonesia masih dalam masa penjajahan belum merdeka. Namun cara mereka justru berbeda, ketika zaman dulu peranan yang di lakukan oleh para pemuda adalah dengan cara mengorbankan seluruh jiwa dan raga mereka dan mempertahankan kemerdekaan. Dengan berdiri nya organisasi Boedi Utomo,Trikora dharma, Jong java dsb, merupakan salah satu bukti kepedulian para pemuda demi kemajuan bangsa. Para generasi muda lalu mendesak Soekarno dan Moh Hatta untuk segera merumuskan Proklamasi kemerdekaan, tetapi mereka menolak karena Jepang sudah berjanji untuk memberikan kemerdekaan kepada Bangsa Indonesia, tetapi para pemuda tidak setuju dengan keputusan yang dibuat oleh Soekarno dan Moh hatta dan menculik mereka ke Rengasdengklok untuk merumuskan naskah proklamasi di rumah Tentara jepang bernama jendral terauchi dan Akhirnya Proklamasi kemerdekaan disuarakan pada tanggal 17 Agustus 1945 di jalan Pegangsaan Timur nomor 56 yaitu di rumah Soekarno. Walaupun banyak tantangan dan ancaman mereka tetep berusaha memperjuangkan kemerdekaan. Setelah di proklamasikan kemerdekaan indonesia , para pemuda mulai melakukan pemberontakan di berbagai wilayah dan mengusir para penjajah dan merebut wilayah-wilayah dari tangan para penjajah, akhirnya bangsa indonesia bersih dari jajahan bangsa lain. Coba kita bayangkan seandainya dulu para pmuda tidak peduli dengan kemerdekaan bangsa indonesia mungkin saat ini negara kita masih dijajah oleh bangsa lain. Disitulah peran pemuda itu sangat di harapkan, maka untuk mengenang jasa para pemuda pada zaman dahulu bangsa Indonesia memperingatinya sebagai Hari Sumpah Pemuda yang jatuh setiap tanggal 28 Oktober.
PERANAN MAHASISWA PADA ZAMAN SEKARANG
Mahasiswa adalah generasi muda yang di cetak untuk menjadi penerus kemajuan bangsa untuk tujuan pengembangan profesinya ia tekuni di dunia kampus. Merekanlah yang kelak memejukan keprofesian indonesia sesuain dengan bidang mereka masing-masing. Maka dari itu mahasiswa mulai aktif dalam berorganisasi baik di dunia kampus atau di luar kampus. Mahasiswa memiliki potensi yang besar dibandingkan kelompok masyarakat yang lain, karena pemikiran kritis mereka dan sebagai motor penggerak kemajaun ketika masyrakat melakukan proses pembangunan. Dimata masyarakat, mahasiswa adalah agen perubahan sosial karena mereka merupakan selaku insan akademis dipandang memiliki kekuatan intelektual.
mahasiswa juga harus mempersiapkan dirinya sebagai generasi penerus bangsa. mahasiswa memiliki tanggung jawab yang sangat besar dalam berjalannya pemerintahan negara. Selain terus mengembangkan diri pada bidang ilmunya masing-masing, mahasiswa juga dijadikan tumpuan masyarakat untuk menjadi pengawas pemerintah dalam menjalankan roda kekuasaan negara. Mahasiswa juga di harapkan mampu menjunjung tinggi harkat dan martabat Negara, menjadi mahasiswa yang pintar mungkin gampang tapi menjadi mahsiswa yang bertanggung jawab serta kreatif dalam segala hal butuh tingkat kematangan yang tinggi. Mahasiswa juga harus mengetahui informasi apapun lebih dulu agar mereka bisa berfikiran kritis dalam menyikapinya. Banyak kaum muda yang merasa bahwa kemampuan mereka dalam suatu bidang kurang bisa ditampilkan secara maksimal oleh karena tidak adanya kesempatan untuk menduduki posisi yang penting dalam menentukan kebijakan di negeri ini. Sebagian besar elit politik kita masih memegang paradigma lama yang kurang menghargai profesionalisme dan lebih mementingkan koneksi.Sebagian besar pemuda, putra-putri terbaik bangsa yang berprestasi dan kemudian mendapat beasiswa ke luar negeri merasa bingung ketika lulus. Mereka dihadapkan kepada pilihan bekerja di luar negeri dan hidup sejahtera atau pulang ke Indonesia dan hidup seadanya (kalau tidak ingin disebut menderita). Hal ini karena minimnya penghargaan (terutama dalam bentuk gaji) negara terhadap profesional ini. Oleh karena itu, banyak dari mereka yang memilih untuk bekerja di luar negeri dan lupa berkontribusi terhadap negara.
Selaintu kebanyakan dari mahasiswa lebih banyak menghabiskan waku dengan kegiatan yang kurang jelas manfaatnya, forum-forum diskusi mengenai hal-hal yang berhubungan dengan kenegaraan tidak pernah dijejali oleh mahasiswa sebaliknya tempat-tempat hiburan malah disukai oleh mahasiswa. Bila generasi muda menjadi rusak, bisa-bisa negara kita di jajah lagi oleh bangsa lain. Generasi muda adalah penentu perjalanan bangsa di masa berikutnya. Mahasiswa sebagai inti dari generasi muda, mempunyai kelebihan dalam pemikiran ilmiah, selain semangat mudanya, sifat kritisnya, kematangan logikanya dan ‘kebersihan’-nya dari noda orde masanya. Mahasiswa adalah motor penggerak utama perubahan. Mahasiswa diakui perannya sebagai kekuatan pendobrak kebekuan dan kejumudan masyarakat.Ketika menjadi mahasiswa, besar beban yang ada dipundak kita. Kita bukan siswa lagi, ada kata Maha di depannya. Tentunya ada konsekuensi logis yang harus dilakukan, yakni bagaimana kita dapat berperan aktif dalam pengawasan kebijakan Negara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar